June, 2019

now browsing by month

 

Pengertian Buku Besar, Fungsi, Bentuk, dan Contohnya

key performance indicators

Buku besar merupakan salah satu bentuk dari siklus akuntansi. Buku besar akuntansi merupakan sebuah wadah, alat, atau buku tempat pemindahan akun yang berasal dari jurnal umum.

Buku besar sendiri sebenarnya terdiri dari buku besar bentuk T dan bentuk stafel atau skontro. Pada dasarnya fungsi dari buku besar itu sendiri adalah untuk menggolongkan atau mengkelompokan akun perkiraan yang sejenis agar lebih memudahkan akuntan dalam melakukan pengidentifikasian akun-akun. (Pengertian, Manfaat, Serta Contoh Analisis SWOT)

Untuk mempersingkat pembahasaan, maka berikut ini kami akan jelaskan dari awal mengenai apa itu buku besar. Mulai dari pengertian, fungsi, bentuk buku besar, cara posting dari jurnal kedalam buku besar, dan contoh transaksi pada buku besar. (Pengertian Laporan Keuangan, Jenis Serta Fungsi Laporan Keuangan)

Pengertian Buku Besar

Pengertian buku besar merupakan salah satu alat yang digunakan dalam melakukan pencatatan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun yang disebabkan karena adanya transaksi keuangan pada perusahaan tersebut.

Dengan kata lain buku besar adalah buku yang berisi perkiraan-perkiraan yang mengikhtisarikan pengaruh adanya transaksi keuangan terhadap berupahan beberapa akun seperti aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. (Pengertian Stock Opname, Tujuan dan Masa Periodenya)

Perlu untuk diketahui bahwa banyaknya jumlah perkiraan buku besar yang dibutuhkan atau dicatat setiap perusahaan itu berbeda-beda. Hal ini karena tergantung pada kekayaan dan keuangan perusahaan, jenis, kegiatan, volume transaksi dan informasi yang diinginkan perusahaan. (Pengertian Patty Cash / Kas Kecil dan Fungsinya)

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kapan penyusunan buku besar ini dilakukan?

Didalam pembukuan akuntansi, istilah pencatatan dari jurnal umum kedalam buku besar disebut dengan istilah posting, hal ini karena buku besar adalah pemindahan sebuah akun atau sering dikenal dengan sebutan posting dari jurnal umum. Jadi dapat kita pahami bersama pencatatan buku besar ini dilakukan saat kita telah selesai melakukan pencatatan pada jurnal umum. (Macam-Macam Jenis Strategi Pemasaran)

Berikut ini kami menggolongkan beberapa akun-akun dalam buku besar, semoga pengolongan ini dapat mempermudah anda dalam memahaminya:

  1. Akun ril atau real account adalah akun-akun yang muncul pada pencatatan neraca, seperti aktiva, hutang, kewajiban dan modal. (Pengertian dan Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan)
  2. Akun nominal atau nominal account merupakan akun-akun yang terdapat dalam laporan laba rugi, yakni meliputi akun pendapatan dan beban-beban. (Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung Lengkap Dengan Contoh dan Penjelasanya)

Fungsi Buku Besar

Setidaknya ada 4 fungsi mendasar dari buku besar, dan berikut ini adalah ke 4 fungsi dari buku besar tersebut:

  • Alat untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal umum.
  • Sebgai alat dalam menggolongkan data keuangan serta untuk mengetahui jumlah atau keadaan rekening atau akun yang sebenarnya, apakah ada perbedaan atau tidak.
  • Sebagai dasar penggolongan transaksi yang ada pada jurnal sebelumnya atau jurnal umum.
  • Sebagai bahan kelengkapan dalam penyusunan laporan keuangan.

Read the Rest…

Posting Jurnal ke Buku Besar

Posting Jurnal ke Buku Besar
Setelah transaksi dicatat dalam jurnal, tiba saatnya dilakukan posting ke buku besar. Jadi, apakah posting itu? Posting atau pemindahbukuan adalah memindahkan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal ke dalam setiap akun buku besar yang sesuai. Buku besar ini merupakan kumpulan akun-akun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan. Karena itu, buku besar hampir sama dengan akun. Perbedaannya hanyalah pada penyebutannya.
Ingatkah Anda, apakah akun itu?

Lalu, bagaimana cara memposting ke buku besar? Cara memposting ke buku besar melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.

1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebit atau dikredit ke dalam akun yang sesuai;
2. mengisi kolom “Referensi: dalam akun nomor halaman jurnal;
3. mengisi kolom “Referensi” dalam jurnal dengan akun yang bersangkutan.
Pada buku besar, bentuk-bentuk akun yang biasa digunakan, yaitu akun bentuk T, akun 2 kolom, akun 3 kolom, dan akun 4 kolom. Penyebutan istilah “dua kolom” mengacu pada jumlah kolom yang digunakan untuk mencatat nilai uang. Berikut disajikan bentuk-bentuk buku besar tersebut.
Keterangan:
1. Nama akun, diisi nama akun yang bersangkutan
2. Kode akun, diisi nomor akun yang bersangkutan
3. Tanggal, untuk mencatat tanggal, bulan, tahun, terjadinya transaksi
4. Keterangan, digunakan untuk mencatat penjelasan singkat transaksi
5. Ref, atau referensi; digunakan untuk mencatat nomor halaman dokumen yang menjadi sumber pencatatan.
6. Debit dan kredit, untuk mencatat nilai transaksi
7. Saldo, untuk mencatat saldo akhir suatu akun setelah suatu transaksi dicatat dalam akun tersebut.
Perhatikan cara memposting dari jurnal ke dalam buku besar bentuk tiga kolom di bawah ini!

Read the Rest…

Gambaran Lengkap Mengenai Cara Membuat Buku Besar

Buku Besar (Genereal Ledger) merupakan salah satu bagian dari Siklus Akuntansi. Secara teknis, Buku Besar adalah buku yang berisi kumpulan data transaksi historis yang termuat di Jurnal Umum dan Jurnal Khusus. Sebenarnya, cara membuat Buku Besar bisa terbilang sederhana. Namun, hal ini akan menjadi sulit ketika suatu bisnis memiliki volume transaksi bisnis yang tidak sedikit.

Buku Besar menampilkan riwayat transaksi dan saldo keuangan pada suatu periode akuntansi. Pada akhir periode, Buku Besar berfungsi sebagai sumber data untuk membuat Laporan Keuangan perusahaan.

Akun di dalam General Ledger

 Daftar lengkap akun-akun yang muncul dan digunakan di Jurnal Umum dan entri Buku Besar disebut Chart of Account (CoA). Di dalam Buku Besar, setiap akun-akun aktif dari daftar CoA disusun secara rapi. Akun-akun in diberi nomor yang berurutan sesuai dengan jenis dari akun itu sendiri. Sebagai contoh, karena akun kas, piutang, dan persediaan merupakan bagian dari Aset Lancar, maka umumnya setiap akun tersebut diberi angka awal”1″. Lalu untuk akun seperti bangunan, kendaraan, dan akumulasi penyusutannya yang merupakan bagian dari Aset Tetap umumnya diberi angka awal “2”, dan seterusnya.

Setiap akun memiliki nilai saldo yang dapat naik atau turun saat transaksi terjadi. Ringkasan akun dalam buku besar menunjukkan segala aktivitas transaksi untuk suatu periode yang memengaruhi nilai saldo tiap akun tersebut. Jawaban untuk pertanyaan seperti “Berapa saldo akun kas saat ini?” atau, “Apakah pendapatan penjualan lebih besar dari pengeluaran?” bisa ditemukan di dalam ringkasan akun Buku Besar.

Akun-T pada Buku Besar

Akun-T membantu pembaca Buku Besar untuk melihat ringkasan transaksi yang terjadi dan nilai saldo akhir pada suatu periode di satu akun. Berikut contoh sederhana dari Akun-T untuk akun Kas Tunai:

Tanggal Akun 1001: “Kas Tunai” Saldo
Debit Kredit
1 Jan 2019 7.000
15 Jan 2019 5.000 1.400 10.600
21 Jan 2019 9.000 19.600
31 Jan 2019 3.500 16.100

Seperti yang disebutkan sebelumnya, masing-masing akun mempunyai sifat dasar masing-masing terkait pencatatan Double Entry – pencatatan debit dan kredit. Akun Kas Tunai di atas merupakan salah satu bagian dari akun Aset. Yang di mana akun Aset memiliki sifat atau saldo normal di posisi debit. Maka dari itu, setiap terjadi transaksi debit terkait akun Kas, maka itu akan menambah nilai saldo Kas itu sendiri. Sebaliknya, jika ada transaksi kredit terkait akun Kas, maka itu akan mengurangi nilai saldo Kas itu sendiri. Berikut daftar lengkap terkait sifat atau saldo normal dari maisng-masing akun yang ada di Buku Besar dan Laporan Keuangan:

Nama Akun Saldo Debit Saldo Kredit
Aset (Lancar & Tetap) bertambah berkurang
Liabilitas berkurang bertambah
Ekuitas berkurang bertambah
Pendapatan berkurang bertambah
Biaya/Beban bertambah berkurang

Cara Membuat Buku Besar: Entri Jurnal

Read the Rest…