July, 2019

now browsing by month

 

Pengertian, Manfaat, Jenis Jurnal Khusus Dan Selengkapnya Disini

laporan penjualan

Pengertian Jurnal Khusus 


Jurnal khusus merupakan ayat jurnal yang disusun untuk mencatat transaksi perusahaan yang meliputi pembelian, penjualan, penerimaan kas dan pengeluaran kas. Transaksi tersebut terjadi secara rutin / sering dan berulang selama satu periode akuntansi.

Oleh karena itu pencatatan transaksi pada perusahaan dagang dilakukan di jurnal khusus. Tetapi untuk transaksi yang jarang terjadi tetap dicatat di dalam jurnal umum misalnya transaksi pengembalian barang dagang (retur).

  1. Memungkinkan pembagian pekerjaan.

Lain halnya dengan Jurnal umum yang mencatat semua transaksi pada satu jurnal sehingga cukup sulit dalam membagi pekerjaan secara baik. Pada jurnal khusus pembagian pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik karena terdapat beberapa jurnal yang sesuai dengan jenis transaksinya.

Jadi, bagi perusahaan yang besar kemungkinan menugaskan  satu orang khusus untuk menangani satu jurnal. Seperti halnya mencatat jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas. Hal ini akan mendorong hasil yang baik karena adanya spesialisasi dalam penanganan suatu pekerjaan.

  1. Memudahkan posting ke akun buku besar.

Manfaat kedua adalah lebih praktis dan mudahnya melakukan posting ke dalam buku besar

  1. Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik.

Dengan adanya spesialisasi pencatatan, pengendalian internal akan lebih baik dalam menangani satu atau dua jurnal khusus. Dibandingkan dengan satu orang yang menangani lebih dari satu bahkan untuk semua jurnal. Read the Rest…

Macam-macam Jurnal Khusus, Pengertian dan Manfaatnya

manfaat jurnal khusus

Pengertian Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah semua jurnal terkecuali untuk jurnal umum. Jurnal-jurnal ini digunakan untuk mencatat jenis-jenis transaksi tertentu yang berisi informasi penting.

Pencatatan dalam jurnal khusus dilakukan agar catatan tersebut tidak memenuhi buku besar dengan cepat, meskipun nantinya jumlah total dalam jurnal-jurnal khusus ini secara berkala dimasukan ke buku besar umum dalam bentuk ringkasan secara berkala.

Jurnal Khusus juga bertindak sebagai alat pemantauan untuk organisasi bisnis. Jurnal-jurnal ini mengurangi kemungkinan perubahan dalam catatan akuntansi karena entri-entri di dalamnya dibuat dalam urutan kronologis.

 

Macam-Macam jurnal Khusus

Sementara jurnal umum adalah jurnal serba guna bagi semua transaksi yang dicatat. Karena semua transaksi dicatat dalam jurnal umum, maka informasi dalam jurnal umum menjadi sangat banyak dan membuat pencarian informasi tentang transaksi tertentu menjadi sulit. Itu sebabnya jurnal umum dibagi menjadi khusus yang lebih kecil seperti:

Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian adalah jurnal khusus yang menyimpan informasi tentang setiap transaksi pembelian. Jurnal ini paling sering ditemukan dalam sistem akuntansi manual, di mana diperlukan untuk menyimpan laporan transaksi pembelian bervolume tinggi diluar buku besar.

Semua jenis pembelian yang dilakukan secara kredit dicatat dalam jurnal pembelian, termasuk yang berikut:

  • Peralatan Kantor
  • Jasa
  • Barang yang diperoleh untuk dijual kembali

Setiap transaksi yang dimasukkan ke dalam jurnal pembelian melibatkan kredit ke rekening hutang dan debit ke akun biaya atau aset yang terkait dengan pembelian. Misalnya, debit yang berkaitan dengan pembelian perlengkapan kantor akan menjadi akun biaya persediaan.

Jurnal ini juga mencakup tanggal pencatatan, nama pemasok yang dibayar, referensi dokumen sumber, dan nomor faktur. Tambahan opsional untuk kumpulan informasi dasar ini adalah tanggal jatuh tempo pembayaran dan otorisasi nomor pesanan pembelian.

Secara berkala, dan tidak lebih dari akhir setiap periode pelaporan, informasi dalam jurnal pembelian dirangkum dan diposting ke buku besar umum.

Ini berarti pembelian yang tercantum dalam buku besar hanya pada tingkat yang paling agregat. Jika seseorang meneliti rincian pembelian, akan perlu untuk kembali ke jurnal pembelian untuk mencari referensi ke dokumen sumber.

Jurnal penjualan

Jurnal penjualan jurnal khusus yang digunakan untuk menyimpan transaksi penjualan terperinci. Tujuan utamanya adalah untuk meringkas informasi transaksi bervolume tinggi dari buku besar umum, sehingga menyederhanakan buku besar. Informasi berikut biasanya disimpan dalam jurnal penjualan untuk setiap transaksi penjualan:

  • Tanggal transaksi
  • Nomor rekening
  • Nama Pelanggan
  • Nomor faktur
  • Jumlah penjualan (debit akun piutang dagang dan kredit akun penjualan)

Pada dasarnya, jurnal penjualan hanya mencatat piutang; ini berarti bahwa penjualan yang dilakukan secara tunai tidak dicatat dalam jurnal penjualan.

Sebuah penjualan yang dibuat dengan uang tunai akan dicatat dalam jurnal penerimaan kas. Namun terkadang pada prakteknya masih ada yang mencatatkan dan menggabungkan penjualan tunai dalam jurnal penjualan.

Singkatnya, informasi yang disimpan dalam jurnal ini adalah ringkasan dari faktur yang dikeluarkan kepada pelanggan.

Pada akhir setiap periode pelaporan, jumlah total debet dan kredit diposting ke buku besar umum. Jika ada yang ingin meneliti saldo diposting ini tercantum dalam buku besar umum, mereka merujuk kembali ke jurnal penjualan, dan dapat menggunakan nomor faktur yang tercantum dalam jurnal penjualan untuk mengakses salinan faktur.

Konsep jurnal penjualan sebagian besar terbatas pada sistem akuntansi manual dan biasanya jurnal khusus ini tidak selalu digunakan dalam sistem akuntansi terkomputerisasi. Read the Rest…

Contoh Soal Buku Besar Bentuk Skontro Beserta Jawabannya

neraca

Buku besar dengan istilah akuntansi dalam bahasa inggris ledger adalah kumpulan akun yang dipakai untuk meringkas transaksi di dalam jurnal. Buku besar adalah tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) berisi ringkasan data yang sudah dikelompokkan atau diklasifikasikan. Akun buku besar tidak mencerminkan data secara rinci seperti rekening Utang, Piutang, dan Persediaan Barang Dagang karena semua akun tersebut dicatat dalam buku besar pembantu (subsidiary ledger). Jenis jenis buku besar sesuai tujuan laporan keuangan antara lain buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang, dan buku besar pembantu barang dagang.

Buku besar bentuk skontro juga disebut bentuk dua kolom. Skontro artinya sebelah menyebelah atau dibagi dua, yaitu debet dan kredit (kanan dan kiri). Cara memahami laporan keuangan perusahaan harus dipelajari dengan baik sehingga tidak hanya bisa membuat tetapi juga paham tentang maknanya. Berikut ini contoh soal buku besar skontro yang termasuk laporan keuangan perusahaan dagang yang bisa dipelajari terkait transaksi bisnis perusahaan.

Nama Akun : Utang Usaha                                                                                    Kode : 201

Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit

Berikut ini contoh soal buku besar bentuk skontro sesuai standar akuntansi keuangan yang harus diketahui. Read the Rest…