January, 2020

now browsing by month

 

Cash Basis vs Accrual Basis : Pengertian dan Perbedaan dalam Sistem Pencatatan Akuntansi

Akuntansi merupakan proses pencatatan transaksi keuangan yang dimulai dari proses mengidentifikasi, mengelompokkan, dan mencatat transaksi – transaksi keuangan yang kemudian akan menghasilkan suatu laporan keuangan yang  berguna bagi para stakeholder.

Akuntansi menganut sistem konservatif yaitu suatu sistem kehati-hatiaan dalam mencatat pengakuan pendapatan dan juga beban. Oleh karena itu dalam akuntansi terdapat dua konsep pencatatan yang berlaku umum yaitu metode pencatatan Cash basis dan Accrual Basis.

Kali ini, saya akan membahas tentang perbedaan sistem pencatatan cash basis dan accrual basis dalam akuntansi. Simak ulasan berikut ini.

Pengertian Cash Basis dan Accrual Basis

Sebelum masuk ke perbedaan Cash Basis vs Accrual basis, kamu perlu tau apa itu cas basis?  Dan apa itu accrual basis?.

Cash Basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas. Pada cash basis pendapatan baru diakui pada saat kas atau uang sudah diterima. Sedangkan beban baru diakui pada saat kas/uang telah dikeluarkan untuk membayar beban tersebut.

Sebagai contoh pada cash basis ini pendapatan tidak akan dicatat meskipun barang atau jasa sudah diberikan pada customer. Pendapatan tersebut baru diakui ketika pelanggan membayar sejumlah uang ataupun kas kepada perusahaan.

Accrual basis adalah proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat terjadi walaupun kas belum diterima atau dikeluarkan. Pada Accrual basis , pendapatan akan dicatat pada saat terjadi penjualan meskipun kas belum diterima. Sama halnya dengan biaya, akan tetap dicatat pada saat biaya tersebut dipakai atau digunakan walaupun belum mengeluarkan kas.

Sebagai contoh pada  accrual basis ini pendapatan akan dicatat pada saat konsumen sudah menerima barang atau jasa walaupun belum dibayar oleh customer.  Hal ini dilakukan dengan mendebet pitang usaha dan mengkredit utang dagang. Saat kas diterima Akun kas akan di Debit dan Piutang Usaha akan dikredit.

Contoh Cash Basis vs Accrual Basis

Untuk lebih memahmi tentang perbedaan cash basis vs accrual basis, berikut ini saya sajikan contoh kasus pengaplikasian metode pencatatn cash basis dan accrual basis.

Pada tanggal 1 Januari 2017 PT. Perkasa Utama menjual  barang dagang kepada pelangganya pak ucok secara kredit senilai Rp.1.000.000,00. Pak ucok kemudian membayar pembelian barang dagang tersebut kepada PT. Perkasa Utama pada tanggal 9 Januari 2017. Bagaimana pencatatan transaksi tersebut secara cash basis dan accrual basis?

Pada metode cash basis, penjulan barang dagang pada tanggal 1 Januari 2017 belum dicatat sebagai pendapatan. Pendapatan baru diakui pada tanggal 9 Januari 2017 saat pak ucok telah membayar pembelian barang dagang tersebut.  Berikut jurnalnya.

Cash            Rp.1.000.000
    Penjualan             Rp.1.000.000

Sedangkan pada metode accrual basis , setiap terjadi transaksi akan dicatat. Berikut jurnal dari contoh diatas secara accrual.

Tanggal 1 Januari 2017
Piutang Dagang        Rp.1.000.000
    Utang Dagang            Rp.1.000.000

Tanggal 9 Januari 2017
Kas            Rp.1.000.000
    Piutang Dagang            Rp.1.000.000

Kelebihan dan kekurangan Cash Basis vs Accrual Casis

Metode  pencatatn baik cash basis maupun accrual basis memiliki kelebihan dan kelemahan masing sebagai berikut ini.

Kelebihan Cash basis
Read the Rest…

Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Jurnal Pembelian (Purchase Journal)
(Special Journal) Transaksi perusahaan dagang secara garis besar terdiri atas transaksi pembelian, penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas. Transaksi-transaksi tersebut terjadi secara rutin atau berulangulang selama satu periode akuntansi. Oleh karena itu, pencatatan transaksi perusahaan dagang dilakukan dalam jurnal khusus. Namun, untuk transaksi yang jarang terjadi tetap dicatat dalam jurnal umum. Misalnya, transaksi pengembalian barang (retur) dan potongan.
Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dan sejenis. Dalam jurnal khusus, setiap jenis transaksi dikelompokkan berdasarkan jenis transaksinya sehingga pencatatannya lebih mudah. Oleh karena itu, tujuan peng gunaan jurnal khusus, di antaranya untuk memper mudah proses pencatatan transaksi dan mengurangi biaya yang harus dikeluar kan untuk mencatat transaksi tersebut. Sesuai dengan transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang, jurnal khusus dibagi menjadi empat, yaitu jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal penjualan, dan jurnal pengeluaran kas.

Jurnal Pembelian (Purchase Journal)

Jurnal pembelian adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan atau aktiva lainnya secara kredit. Bentuk jurnal pembelian, yaitu sebagai berikut.
Jurnal Pembelian (Purchase Journal)

Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)

Read the Rest…