jasa pembuatan laporan keuangan

now browsing by tag

 
 

7 Poin Penting Mengenai Pencatatan Jurnal Pembelian dan Penjualan Perusahaan Dagang

key performance indicators

Kegiatan bisnis perusahaan dagang adalah membeli barang persediaan untuk dijual kembali kepada pelanggan. Dalam salah satu fundamental akuntansi, jelas perusahaan dagang membutuhkan penjurnalan yang tepat untuk setiap transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan.

Ditinjau dari metode pencatatan pembelian dan penjualan persediaan, terdapat dua metode yaitu metode periodik dan perpetual. Namun, dewasa ini sebagian besar perusahaan-perusahaan dagang menggunakan metode perpetual. Dalam metode perpetual, setiap pembelian langsung didebit pada akun persediaan dan setiap penjualan dikredit pada akun persediaan.

Hal ini penting untuk mencari nilai HPP (Harga Pokok Penjualan) dan total pendapatan bersih. Untuk memahami lebih lanjut, berikut ringkasan tujuh poin mengenai segala pencatatan jurnal pembelian dan penjualan:

1. Ketika perusahaan membeli suatu persediaan, akun persediaan didebitkan dan akun kas atau utang usaha dikreditkan.

Contoh: Perusahaan Maju Abadi membeli persediaan seharga Rp5.000.000 dengan termin pembayaran 2/10, n/30. Maka pencatatan jurnalnya adalah:

Tanggal Akun Debit Kredit
8 Nov Persediaan Rp5.000.000
     Utang Usaha Rp5.000.000

2. Jika ada beberapa persediaan terkait teridentifikasi rusak, maka perusahaan bisa mengembalikan pembelian persediaan tersebut dengan jurnal:

Read the Rest…

Begini Cara Menghitung dan Mencatat Jurnal Transaksi Diskon, Retur Penjualan

struktur modal adalah

Diskon atau potongan harga dengan berbagai variannya adalah salah satu strategi pemasaran yang lumrah dan menjadi andalan hampir semua penjual.

Kalimat-kalimat indah, menggoda, dan menggugah rasa ingin berbelanja bertebaran di mana-mana. Sampai-sampai ada yang gila diskon.

Ini beberapa contohnya.

“Beli dua gratis satu”

 

“Belanja senilai Rp. 500.ooo gratis voucher belanja senilai Rp.50.000”

“Diskon 50% bila berbelanja pukul 22.00 – 24.00”

“Diskon sesuai usia Anda, diskon sesuai usia pernikahan Anda”

“Cukup bayar Rp. 100.000 Anda bisa menikmati tempat-tempat romantis di dunia”

“Sebelum Anda membeli rumah kami, nikmati fasilitas rumah kami 2 hari secara gratis”

Strategi lain yang juga dijalankan oleh penjual adalah dengan menuliskan beberapa alternatif harga produk dari yang tertinggi sampai terendah, ada juga yang menampilkan harga coret

 

?

Sering menemui kan?

Misalnya:

Untuk produk ini Anda cukup membayar Rp.

 

10.000  Rp. 8.000 Read the Rest…

Akuntansi : Pembelian (Tunai, Kredit, Diskon dan Retur)

jasa pembukuan

Pembelian

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan barang tersebut. Namun, bisa saja biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan barang tersebut ditampung dalam akun pembelian.

Akun pembelian adalah akun yang digunakan untuk mencatat jumlah rupiah yang dikeluarkan untuk membeli barang tersebut.

a. Pembelian Tunai
Adalah pembelian barang dagangan yang dilakukan dengan kas/setara kas pada saat transaksi dilakukan.

Contoh : CV Sinten Remen membeli barang dagangan dari PT Remen Sinten sebesar Rp 100.000.

Jurnal yang dibuat oleh CV Sinten Remen :

PERIODIK PERPETUAL
D K D K
Pembelian 100.000 Persediaan Barang Dagangan 100.000
Kas 100.000 Kas 100.000
  1. Pembelian Kredit

Read the Rest…

Potongan Pembelian Beserta Contoh Jurnal dan Rumusnya

rumus potongan pembelian

Kita kerap kali melakukan transaksi pembelian, dari yang nominalnya kecil sampai nominal besar. Pembelian sebuah produk terkadang kita mendapati barang yang mendapat potongan, atau alasan lain seperti telah membeli produk di suatu swalayan dengan nominal tertentu.

Potongan Pembelian


Potongan pembelian juga bisa timbul akibat membayar dalam jangka waktu tertentu. Potongan seperti ini disebut sebagai potongan tunai yang dalam akuntansi dicatat ke dalam rekening pembelian.

Pengertian potongan pemebelian adalah pengurangan terhadap harga pokok persediaan.

Beberapa cara berikut ini adalah untuk mencatat potongan pembelian sebagai pengurangan terhadap harga pokok diantaranya:

  1. Pembelian dicatat dengan harga netto
  2. Pembelian yang dicatat dengan harga neto baik dicatat dengan netto atau brutto.

Contoh Potongan Pembelian


Penerapan metode ini dapat diilustrasikan sebagai berikut : Read the Rest…

Tips Mudah Mendeteksi Kesalahan pada Neraca Saldo yang Tidak Seimbang

jasa pembukuan

Seseorang yang bekerja pastinya tidak luput dari yang namanya kesalahan, apalagi bekerja di bidang akuntansi, pastinya harus dituntut selalu teliti dalam bekerja. Berbeda angka sedikit saja pasti akan berdampak besar pada neraca keuangan antara bagian debit dan kredit sehingga menjadi tidak seimbang.

Neraca menurut Wikipedia adalah salah satu dari bagian laporan keuangan yang mencatat tentang informasi aset, kewajiban pembayaran, dan modal pada periode waktu tertentu. Unsur-unsur yang ada dalam neraca terdiri dari 2 yaitu aktiva (aktiva lancar, aktiva jangka panjang, aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang) dan modal. Dalam akhir periode tertentu, neraca saldo antara sisi kiri dan kanan haruslah seimbang/balance dengan nilai yang sama. Jika terjadi perbedaan, bisa dipastikan terjadi kesalahan dalam penulisan atau perhitungan.

Penyebab Laporan Neraca Saldo Tidak Seimbang

Sebelum membahas menganai laporan neraca saldo, di bawah ini adalah beberapa penyebab neraca saldo tidak seimbang yang sering terjadi:

a. Saldo awal sudah tidak seimbang

Saldo awal menjadi hal penting penyebab seimbang atau tidaknya neraca saldo. Jika dari awal saja saldonya sudah salah, maka bisa di pastikan neraca saldo tidak bisa seimbang. Maka dari itu perlu dilakukan pengecekan jumlah saldo awal. Cara mengeceknya cukup mudah, yaitu dengan menjumlahkan seluruh aset yang dimiliki kemudian di bandingkan dengan semua jumlah kewajiban ditambah modal, jika hasilnya sudah seimbang maka Anda bisa melanjutkannya. Read the Rest…

Cara “Mudah” Membuat Neraca Saldo Beserta Bentuk dan Penjelasan Lengkap

Penyusunan neraca saldo dibuat setelah adanya buku besar. Pada siklus akuntansi dapat diketahui alur penyusunan neraca saldo berikut ini.

cara membuat neraca saldo4

Pengertian Dan Kegunaan Neraca Saldo


Setelah proses transaksi dipindahkan dari jurnal umum atau buku harian ke akun-akun yang bersangkutan di dalam buku besar, maka jumlah saldo setiap akun dapat dihitung untuk kemudian digunakan untuk menyusun neraca saldo.

“Saldo adalah selisih antara jumlah pada sisi debet dengan jumlah sisi kredit dari suatu akun buku besar”.

“Neraca saldo atau biasa disebut sebagai trial balance adalah kumpulan daftar saldo-saldo akun di dalam buku besar yang disusun pada akhir periode”.

Manfaat Neraca Saldo

Read the Rest…

Contoh Soal Pencatatan Akuntansi Akrual Basis dan Kas Basis

jasa pembukuan
Dalam penyusunan laporan akuntansi maka langkah pertama sekali yang dilakukan yaitu pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum. Dalam pencatatan transaksi ini dikenal dua metode pencatatan yaitu pencatatan dengan metode akrual basis dan metode pencatatan kas basis. Perbedaan antara akrual basis dan kas basis terletak pada pengakuan pendapatan dan biaya nya. Dimana pada metode akrual basis, biaya dan pendapatan diakui ketika transaksi itu terjadi, namun pada kas basis pendapatan dan biaya diakui pada saat kas telah diterima dan dikeluarkan atau pada saat pendapatan diterima secara kas dan biaya telah dibayarkan. Untuk menambah pemahaman anda tentang pencatatan akrual basis dan kas basis, berikut beberapa contoh untuk melatih kemampuan anda.
Contoh soal 1
Pada tanggal 01 Mei PT Yon membeli mesin seharga Rp 10.000.000 secara kredit dan akan dilakukan pelunasan pada tanggal 04 Mei.
Akrual Basis
01 Mei
Mesin Rp 10.000.000
        Utang Rp 10.000.000
04 Mei
Mesin Rp 10.000.000
Kas          Rp 10.000.000

Read the Rest…

Mengenal Perbedaan Metode Akuntansi Berbasis Kas dan Akrual

laporan penjualan

Memutuskan untuk menggunakan metode akuntansi berbasis kas atau akrual adalah salah satu pilihan yang harus Anda buat dan akan memiliki dampak terhadap pajak perusahaan yang harus dibayarkan. Sebelum memutuskan apakah harus menggunakan metode berbasis kas atau akrual sebagai pemilik perusahaan, Anda harus mengetahui pengertian dari metode akuntansi berbasis kas dan akrual, pro dan kontra di seputar penggunaan dua metode tersebut, dan apa saja masing-masing kekurangan dan kelemahannya seperti yang dijelaskan di bawah ini.

 

Definisi Dasar Kas vs Akrual

Baik kas dan akrual berhubungan dengan tanggal ketika suatu perusahaan harus mencatat pendapatan dalam catatan akuntansi mereka, tetapi apa artinya?

a. Metode Dasar Tunai (Kas)

Dengan metode dasar tunai, pendapatan untuk bisnis dicatat ketika pembayaran tiba dan pengeluaran bisnis dicatat saat mereka dibayar. Uang tunai mengabaikan piutang atau utang apa pun, yaitu tagihan atau pembayaran yang belum dilunasi. Metode ini intuitif dan mudah diterapkan.

b. Metode Akrual

Metode akrual mencatat uang ketika ditagih dan diperoleh, terlepas dari kapan uang benar-benar masuk ke akun Anda. Ini berarti Anda mungkin harus mencatat pendapatan sebelum Anda benar-benar menerima uang secara fisik. Metode ini sedikit lebih bernuansa tetapi sangat bagus untuk memberikan pandangan holistik keuangan perusahaan Anda.

 

Untuk lebih memahami perbedaan antara uang tunai dan akrual, mari kita lihat contoh di bawah ini.

Contoh: Read the Rest…