jasa pembukuan bandung

now browsing by tag

 
 

Pengertian Jurnal Umum, Manfaat serta Tujuan dan Contoh Soal Jurnal Umum

grafik usaha

Dalam artikel ini kami akan berikan 20 jenis transaksi akuntansi lengkap dengan cara mengerjakannya. Tujuan atau manfaat dari mempelajari contoh soal jural umum pada perusahaan dagang maupun jasa adalah agar nantinya anda akan dengan mudah mencatat dan melakukan pembukuan suatu transaksi akuntansi tersebut.

Pengertian dan Bentuk Jurnal Umum

Jurnal Umum merupakan sebuah jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi akuntansi yang terjadi pada perusahaan dagang maupun jasa. Berikut ini kami akan berikan contoh dari bentuk jurnal umum yang sering digunakan perusahaan dagang maupun perusahaan jasa.

Tujuan Jurnal Umum

Lalu apakah tujuan dari dibuatnya jurnal umum itu..? adapun tujuan dari jurnal umum adalah salah satunya melakukan indentifikasi, penilaian, dan pencatatan dampak ekonomi dari satu transaksi atau berbagai transaksi yang terjadi didalam perusahaan.

Pencatatan dalam jurnal umum ini juga bertujuan untuk memudahkan pemindahan dampak transaksi yang terjadi kedalam sebuah akun sesuai transaksi.

Prinsip-Prinsip Dasar Pembuatan Jurnal Umum

Adapun prinsip-prinsip dasar dalam pembuatan jurnal umum ini dikelompokan kedalam 5 prinsip dasar. Berikut adalah ke 5 prinsip dasar tersebut :

  1. Melakukan indentifikasi bukti transaksi keuangan yang dilakuakan perusahan. Contohnya antara lain yakni kuitansi, memo, nota, faktur dan masih banyak lagi yang lainnya.
  2. Memilih akun yang terpengaruh dengan adanya transaksi yang terjadi, lalu kemudian membaginya kedalam jenis bagian hutang atau harta.
  3. Memilih posisi penambahan atau penggurangan atas akun yang terkait dengan transaksi yang dilakukan perusahaan.
  4. Memasukan akun ke posisi debit atau kredit saat transaksi dilakukan. (pahami terlebih dahulu cara mengposkan posisi debit dan kredit sautu akun).
  5. Mencatat transaksi kedalam jurnal umum sesuai dengan urutan tanggal yang ada pada bukti transaksi.

Fungsi Jurnal Umum

Fungsi umum dari jurnal umum itu sendiri setidaknya terbagi menjadi 5, dibawha ini adalah ke 5 fungsi dari jurnal umum tersebut lengkap dengan sedikit uraianya:

  1. Fungsi Historis

Setiap transaksi di catat sesuai kronologi kejadianya, berurutan sesuai tanggal terjadinya transaksi. Jurnal umum menggambarkan kegiatan perusahaan secara berurutan dan terus menerus setiap harinya.

  1. Fungsi Mencatat

Jurnal umum harus mencatat semua transaksi yang terjadi di perusahaan, jangan sampai ada satu saja transaksi yang kelewat atau tidak tercatat. Setiap ada perubahan modal, biaya, harta atau kekayaan harus dicatat terlebih dahulu pada jurnal umum.

Hal tersebut perlu dilakukan agar supaya pembuatan laporan keuangan bisa lengkap. Read the Rest…

JURNAL, BUKU BESAR, NERACA SALDO, JURNAL PENYESUAIAN. KERTAS KERJA

neraca

Jurnal
Jurnal adalah suatu buku harian tempat mencatat semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan secara sistematis dan kronologis, pencatatan dilakukan berdasarkan bukti-bukti dengan menyebutkan rekening yang didebet dan dikredit. Prosesnya disebut menjurnal (journalizing).

Berikut ini bentuk jurnal.

 

 Penjelasan kolom-kolom jurnal :

a.Kolom tanggal diisi tanggal, bulan dan tahun.

b.Kolom No. bukti diisi nomor bukti transaksi. Adakalanya kolom ini ditiadakan.
c.Kolom Keterangan diisi nama perkiraan atau akun yang dijurnal.

d.Kolom Ref (referensi) diisi nomor kode akun.

e.Kolom Debet diisi jumlah atau nilai perkiraan yang akan didebet.
f. Kolom Kredit diisi jumlah atau nilai perkiraan yang akan dikredit.

Fungsi jurnal

Fungsi jurnal umum sebagaiberikut :

  1. Mencatat/record : mencatat semua transaksi dan kejadian atau peristiwa yang mengakibatkan perubahan posisi harta,utang dan modal.
  2. Historis : mencatat transaksi/kejadian yang telah berlalu secara urut waktu/kronologis
    c. Analisis : menganalisis pengaturan transaksi/kejadian terhadap posisi harta, utang dan modal sehingga dapat diketahui akun mana yang bertambah dan berkurang
    d. Instruktif : memberikan instruksi atau perintah untuk mencatat (menggolong-golongkan)
    e. Informatif : memberikan penjelasan tentang waktu dan peristiwa ekonomi yang terjadi, pengaruhnya terhadap akun yang bersangkutan, nama debitur atau kreditur dan sebagainya.

Read the Rest…

Contoh Laporan Keuangan UKM: Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, Perubahan Modal

Berikut artikel mengenai contoh laporan keuangan. Salah satu tolak ukur kesuksesan bisnis usaha kecil dan menengah (UKM), baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan jasa, adalah kondisi finansialnya. Hal tersebut hanya dapat terlacak apabila Anda memiliki laporan keuangan yang tersusun secara rapi dan sistematis.Melalui laporan keuangan, Anda bisa melakukan perbandingan kondisi finansial UKM, misalnya perbandingan pada bulan ini dan sebelumnya. Dari sini, Anda bisa mengetahui apakah bisnis Anda mengalami peningkatan keuntungan. Berdasarkan informasi yang didapat, Anda bisa segera mengambil keputusan atau tindakan yang diperlukan untuk kepentingan perusahaan.

laporan keuangan, contoh laporan keuangan

Nah, pencatatan laporan keuangan untuk bisnis UKM ini didasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan mulai berlaku secara efektif sejak 1 Januari 2011. Standar ini dibuat untuk pelaku UKM yang hendak menggunakan prinsip-prinsip laporan keuangan untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, laporan arus kas, dan sebagainya. Lalu, apa saja yang menjadi bagian dari proses pelaporan keuangan untuk UKM berdasarkan SAK ETAP?

  1. Laporan Laba Rugi

    Sesuai namanya, laporan laba rugi bertujuan untuk memberi informasi apakah bisnis Anda berada dalam kondisi laba atau rugi. Beberapa pelaku UKM juga menyebut laporan laba rugi sebagai income statement. Umumnya, penyusunan laporan laba rugi terbagi menjadi dua cara, yaitu:
    Read the Rest…

Mengenal 3 Jenis Neraca Saldo: Sebelum Penyesuaian, Setelah Penyesuaian, Penutup

 

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian - contoh

Neraca saldo adalah neraca yang digunakan untuk memeriksa kesamaan saldo di sisi debit dan kredit. Kesamaan ini harus dibuktikan paling tidak pada akhir periode akuntansi.

Melalui pemeriksaan tersebut akan membuat kita yakin bahwa kita tidak membuat kesalahan saat melakukan posting debit kredit dari transaksi ke buku besar.

Daftar saldo juga dapat digunakan sebagai bagian awal dalam membuat neraca lajur atau kertas kerja.

Kertas kerja merupakan alat bantu untuk membuat laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan posisi keuangan (neraca).

Neraca saldo tidak memberikan bukti lengkap atas keakuratan buku besar. Neraca saldo hanya menunjukkan kesamaan jumlah sisi debit dan sisi kredit.

Format penyajian neraca saldo adalah menuliskan nama perusahaan di bagian paling atas, diikuti dengan judul laporan, yaitu neraca saldo, dan periode laporan. Selanjutnya menyajikan saldo-saldo akun yang diambil dari buku besar.

Ada 3 jenis neraca saldo, yaitu:

  1. Neraca Saldo yang Belum Disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)
  2. Neraca Saldo setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)
  3. Neraca Saldo Penutup (Post Closing Trial Balance)

Mari kita bahas satu per satu ya….

 

Neraca Saldo Belum Disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)

1. Pengertian Neraca Saldo Belum disesuaikan

Pengertian neraca saldo yang belum disesuaikan adalah daftar saldo yang dibuat setelah semua transaksi diposting ke buku besar. Saldo-saldo akun di buku besar tersebut selanjutnya dipindahkan ke daftar saldo.

Neraca saldo yang belum disesuaikan disiapkan untuk menentukan apakah terdapat kesalahan dalam posting debit dan kredit ke buku besar.

Melalui daftar saldo yang belum disesuaikan kita akan mudah untuk menemukan kesalahan dan segera dapat memperbaikinya.

Read the Rest…

Perhitungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Payroll Software Indonesia

Salah satu fitur yang seringkali dibutuhkan dalam penggunaan payroll software adalah perhitungan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan sebagai bagian dari perhitungan upah. Mengapa dukungan payroll software terhadap perhitungan BPJS diperlukan? Pada dasarnya penyelenggaraan program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan didasari atas kewajiban pemerintah Indonesia untuk memberikan jaminan sosial kepada seluruh rakyat Indonesia. Menurut Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan merupakan badan penyelenggara dari sistem jaminan sosial yang dijalankan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Jenis program jaminan sosial

Menurut UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 18

Jenis program jaminan sosial meliputi :

a. jaminan kesehatan;

b. jaminan kecelakaan kerja;

c. jaminan hari tua;

d. jaminan pensiun; dan

e. jaminan kematian.

Berikut penjelasan dari setiap program tersebut

  • Jaminan Kesehatan

Jaminan kesehatan diselenggarakan dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 19).

Dikutip dari website BPJS Kesehatan (http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/13), Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.

Iuran untuk keluarga tambahan Pekerja Penerima Upah yang terdiri dari anak ke 4 dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran sebesar sebesar 1% (satu persen) dari dari gaji atau upah per orang per bulan, dibayar oleh pekerja penerima upah.

Dikutip dari Perpres No 19 Tahun 2016 Pasal 16D, batas paling tinggi Gaji yang dijadikan dasar perhitungan iurang BPJS Kesehatan adalah sebesar Rp 8.000.000.

Read the Rest…

Cara Mudah Memahami Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Cara Mudah Memahami Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Akuntansi merupakan salah satu hal yang penting untuk dikuasai dalam sebuah bisnis, baik besar maupun kecil, tak terkecuali bisnis restoran.

Dengan membaca sebuah laporan keuangan, pemilik bisnis, manajer, atau siapapun yang berkepentingan dapat mengetahui kondisi keuangan suatu bisnis.

Pengertian neraca

Neraca adalah bagian dari sebuah laporan keuangan yang mencatat informasi mengenai aset, kewajiban pembayaran pada pihak-pihak yang terkait dalam operasional perusahaan, dan modal pada waktu tertentu.

Neraca keuangan atau laporan posisi keuangan merupakan salah satu dari serangkaian laporan keuangan yang wajib Anda buat untuk melaporkan kekayaan dan kewajiban bisnis Anda.

Laporan neraca keuangan akan memperlihatkan berapa jumlah harta dan kewajiban, sekaligus memperlihatkan ekuitas pemilik bisnis secara sistematis.

 

Manfaat neraca keuangan

Neraca keuangan memiliki beberapa manfaat, yaitu:

  • Sebagai alat untuk menganalisis pengaruh perubahan kondisi keuangan secara periodik dari tahun ke tahun, baik secara historikal, maupun futuristik.

Hal ini bertujuan untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan finansial di masa mendatang. Read the Rest…

Unsur Unsur Laporan Keuangan Lengkap, Tujuan, Karakteristik, Pengakuan dan Pengukurannya

jasa pembukuan

Akuntansi sangat erat kaitannya dengan laporan keuangan. Setiap pencatatan keuangan yang dilakukan tentu akan dituangkan dalam laporan yang menggambarkan data yang ada. Dalam pembahasan ini, kita akan membahas mengenai laporan keuangan dan unsur-unsur di dalamnya. Kita perlu memahami dulu apa itu laporan keuangan.

Laporan Keuangan

Pengertian laporan keuangan adalah informasi mengenai keuangan sebuah perusahaan, yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana kinerja dan keadaan perusahaan tersebut dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan sendiri merupakan bagian dari proses kegiatan akuntansi yang pasti dilakukan oleh perusahaan. Tanpa adanya laporan keuangan, perusahaan akan kesulitan melihat dan menganalisa kondisi dan keadaan yang terjadi dalam perusahaan.

Laporan keuangan terdiri dari laporan arus kas (cash flow), laporan laba rugi (income statement), neraca (balance sheet), laporan perubahan modal (capital statement), dan laporan atas laporan keuangan. Laporan arus kas adalah laporan yang memuat informasi tentang arus kas masuk dan kas keluar perusahaan. Laporan laba rugi adalah laporan yang memberikan informasi mengenai hasil yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu, mendapat laba atau rugi.

Neraca adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan pada periode tertentu, yang mencakup laporan aset atau aktiva, hutang atau liability, dan modal atau equity. Laporan perubahan modal adalah laporan yang memberikan informasi mengenai perubahan modal dan apa yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut. Sedangkan laporan atas laporan keuangan adalah laporan yang dibuat untuk memberikan penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang lainnya.

Secara umum, laporan keuangan berguna untuk membantu para pimpinan perusahaan melihat keadaan perusahaan terutama keadaan keuangan. Berikut adalah beberapa kegunaan laporan keuangan:

  1. Laporan keuangan sebagai bahan review dan evaluasi kinerja perusahaan.
  2. Sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan.
  3. Sebagai bahan pertimbangan untuk membuat strategi baru.
  4. Merupakan tanda kredibilitas suatu perusahaan.

ads

Unsur Unsur Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan terdapat beberapa unsur yang harus di gunakan, berikut ini adalah unsur unsur laporan keuangan :

Neraca

Neraca adalah laporan yang ada kaitannya langsung yang akan di gunakan untuk pengukuran posisi dari keuangan yang ada di perusahaan. Neraca juga memiliki beberapa unsur-unsur penyusunan yang harus digunakan, unsur – unsur dari neraca adalah sebagai berikut.

1. Aktiva atau Aset

Aktiva atau aset adalah sumber dari daya ekonomi yang di miliki oleh perusahaan, yang timbul dari suatu peristiwa masa lampau dan akan mmemeberikan manfaat di waktu yang akan datang. Di dalam neraca ini sebagian besar dari aktiva perusahaan akan disusun secara urut dan berdasarkan tingkat kelancarannya (likuiditas), tetapi untuk aktiva tetap akan disusun secara berurutan dengan berdasarkan tingkat kekekalannya. Kelancaran (likuiditas) adalah kecepatan dari putaran aktiva yang habis di gunakan atau dirubah menjadi kas, sehingga semakin cepat perubahan menjadi kas atau sudah habis dipakai maka aktiva ini akan dikatakan semakin lancar.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diklasifikasik unsur – unsur aktiva : Read the Rest…

Pengertian Dan [4] Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan dapat diartikan sebagai posisi kemampuan serta kinerja keuangan perusahaan yang isinya berupa informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi akuntansi.

Pengertian Laporan Keuangan


Pengertian Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan, laporan keuangan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode atau tahun buku yang bersangkutan. Penyusunan Laporan keuangan ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas yang telah direncanakan dan pencapaian hasilnya.

Jenis Jenis Laporan Keuangan

Jenis Laporan Keuangan Menurut Psak dan yang disusun oleh manajemen biasanya terdiri dari 4 jenis yaitu Laporan keuangan neraca, Laporan laba rugi, Laporan perubahan modal dan Laporan perubahan posisi keuangan.

1.      Laporan Keuangan Neraca

Laporan neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan pada tanggal tertentu dalam suatu perusahaan.

AKTIVA = UTANG + MODAL”

Penggolongan Aktiva, Utang dan Modal pada neraca akan dijelaskan dengan istilah dalam akuntansi laporan keuangan dan susunan aktiva dan pasiva yang ada di dalam neraca yakni sebagai berikut:
Read the Rest…