key performance indicators

now browsing by tag

 
 

Cara Berinvestasi Dengan Memaksimalkan Struktur Modal

Untuk perusahaan yang melakukan investasi maka selain menggunakan modal sendiri, maka juga dapat memanfaatkan struktur modal dari luar seperti saham, obligasi, maupun hutang.

Bila modal maksimum Rp. 750 juta dengan biaya modal maksimum sebesar 8% melalui saham biasa, saham preferen dan obligasi bisa terlihat melalui analisa data diatas.

Dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai biaya modal sebesar 8%, maka struktur modal adalah :

  • saham biasa 136.666 lembar
  • saham preferen 64.690 lembar
  • obligasi 83.818 lembar

 

Cara Mengukur Kinerja Karyawan

Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi mempunyai 300 orang karyawan dengan hasil produksi sebanyak 5.000 unit. Bila kita ingin mengetahui kinerja karyawan misalnya berapakah rentang kapasitas produksi tertinggi dan terendah dari 20% karyawan yang ada atau berapa banyak karyawan yang menghasilkan produksi kurang dari 3.000 unit maka diperlukan analisa data.

Dari data yang ada juga dapat dihitung berapa jumlah karyawan yang dapat menghasilkan produksi antara 5.000 – 6.000 unit yang dapat dikategorikan sebagai karyawan berkinerja tinggi.

Hasilnya terangkum seperti pada gambar diatas, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa karyawan yang ada mempunyai kapasitas produksi yang cukup baik yaitu hanya 1 karyawan (0,38%) yang berkinerja rendah (produksi dibawah 3.000 unit) dan 123 karyawan (40,88%) mempunyai kinerja tinggi.

 

Cara Menguji Probabilitas Kualitas Produk

Sebuah pabrik memproduksi lampu yang memiliki daya tahan rata-rata 1.200 jam dan bermaksud untuk menguji probabilitas kualitas produk. Dengan deviasi 50 jam, pabrik bermaksud untuk mengetahui probabilitas lampu memiliki daya tahan sebagai berikut :

  • 1.150 jam sampai dengan 1.250 jam
  • kurang dari 1.100 jam
  • sama dengan atau lebih dari 1.280 jam
  • kurang dari 1.050 jam atau lebih dari 1.250 jam

 

Maka dengan analisa data, dapat diketahui probabilitas untuk pertanyaan diatas adalah :

  • 1.150 jam sampai dengan 1.250 jam = 59,53 %
  • kurang dari 1.100 jam = 4,78 %
  • sama dengan atau lebih dari 1.280 jam = 9,12 %
  • kurang dari 1.050 jam atau lebih dari 1.250 jam = 20,85 %

 

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pabrik perlu meningkatkan kualitas produk dikarenakan probabilitas untuk daya tahan antara 1.150 jam – 1.250 jam hanya sebesar 59,53%, kemudian pabrik perlu menyiapkan dana untuk garansi produk berdasarkan probabilitas daya tahan lampu yang kurang dari 1.100 jam sebesar 4,78%.

Berhubungan dengan kepuasan konsumen, maka probabilitas kualitas lampu yang memiliki daya tahan lebih dari 1.280 jam adalah 9,12% yang akan menciptakan loyalitas konsumen.

Perhitungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Payroll Software Indonesia

Salah satu fitur yang seringkali dibutuhkan dalam penggunaan payroll software adalah perhitungan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan sebagai bagian dari perhitungan upah. Mengapa dukungan payroll software terhadap perhitungan BPJS diperlukan? Pada dasarnya penyelenggaraan program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan didasari atas kewajiban pemerintah Indonesia untuk memberikan jaminan sosial kepada seluruh rakyat Indonesia. Menurut Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan merupakan badan penyelenggara dari sistem jaminan sosial yang dijalankan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Jenis program jaminan sosial

Menurut UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 18

Jenis program jaminan sosial meliputi :

a. jaminan kesehatan;

b. jaminan kecelakaan kerja;

c. jaminan hari tua;

d. jaminan pensiun; dan

e. jaminan kematian.

Berikut penjelasan dari setiap program tersebut

  • Jaminan Kesehatan

Jaminan kesehatan diselenggarakan dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 19).

Dikutip dari website BPJS Kesehatan (http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/13), Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.

Iuran untuk keluarga tambahan Pekerja Penerima Upah yang terdiri dari anak ke 4 dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran sebesar sebesar 1% (satu persen) dari dari gaji atau upah per orang per bulan, dibayar oleh pekerja penerima upah.

Dikutip dari Perpres No 19 Tahun 2016 Pasal 16D, batas paling tinggi Gaji yang dijadikan dasar perhitungan iurang BPJS Kesehatan adalah sebesar Rp 8.000.000.

Read the Rest…

Mencetak Work Order Dan Surat Jalan Secara Otomatis (Record Real Time)

Umumnya sebagai owner perusahaan mendelegasikan pekerjaan administrasi kepada pegawai, namun kadang-kadang instruksi yang diberikan terlewat.  Dalam hal ini kita dapat memanfaatkan fungsi-fungsi yang terdapat dalam fitur Excel sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

Misalnya dalam hal instruksi pengerjaan (Work Order) dan pengiriman barang (Surat Jalan) maka pertama kita membuat dahulu database supplier yang akan diberikan Work Order seperti contoh dibawah ini :

database 

Kemudian pada sheet WO kolom D diberikan pilihan pengerjaan apakah oleh Designer, Produksi atau gabungan keduanya yang cukup di klik saja.work order

 

Secara otomatis maka pada kolom E akan tercatat waktu klik secara real time dan tidak dapat diubah sehingga kita dapat memantau kemajuan proses dari Work Order tersebut. Read the Rest…

Sistem Absensi Excel Terintegrasi Dengan Penilaian Kinerja Karyawan

excel absensi3

Tahukan Anda bahwa Microsoft Excel dapat melakukan record waktu mulai dari hari hingga detik secara detail ?

Ini dapat kita manfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya membuat sistem absensi seperti contoh dibawah ini.

excel absensi

 

Kemudian kita atur untuk kolom B : Masuk, Terlambat. Kolom C : Keluar, Sakit, Lembur, Ijin. Saat kolom tersebut kita klik “Masuk” maka secara otomatis pada kolom D akan tertera waktu “Jam Masuk”.

Demikian pula halnya bila kita klik tombol pada baris berikutnya seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

excel absensi2

 

Untuk mencegah karyawan mengubah record waktu, maka bila kolom “Jam Masuk” dan “Jam Keluar” hendak di edit maka akan muncul peringatan seperti dibawah ini. Read the Rest…

Konsultan Key Performance Indicators 3

struktur organisasi

Key Performance Indicators sebagai elemen utama akan menjadi kekuatan dengan kombinasi berbagai fundamental perusahaan sebagai berikut :
A. Struktur Organisasi
Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi yang sangat berguna dalam memberikan informasi :
– Setiap anggota mengetahui pekerjaan yang harus dilakukan, berkonsultasi atau bertanggung jawab kepada siapa, sehingga proses kerjasama menuju pencapaian tujuan organisasi dapat terwujud sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
– Kejelasan gambaran struktur organisasi akan memberikan kemudahan bagi pimpinan untuk mendistribusikan jabatan kepada seseorang yang tepat, sehingga daya guna dan hasil guna dapat terwujud.

 

Read the Rest…

Konsultan Key Performance Indicators 2

smart

Berdasarkan Wikipedia pengertian Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicators) adalah metrik finansial ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi dalam menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi.

Dalam penyusunan Key Performance Indicators, diperlukan perencanaan yang matang serta kelengkapan data dan informasi yang akurat dan konsisten. Agar dapat berfungsi secara optimal, maka Key Performance Indicators harus memenuhi prinsip SMART yaitu:
Scientic (Spesifik) : dibuat secara khusus dan unik dalam merefleksikan tujuan-tujuan perusahaan yang disusun dimulai dari KPI perusahaan kemudian dijabarkan ke bawah sehingga muncul KPI unit-unit kerja yang kemudian diterjemahkan lagi ke KPI masing-masing individu di dalam unit kerja yang bersangkutan.
Measurable (Terukur) : pengukuran kinerja dilakukan secara objektif sehingga dapat diukur tingkat keberhasilannya.
Achievable (Realistis) : berfungsi secara efektif berdasarkan target yang dibuat secara bertahap sehingga realistis dapat dicapai.
Reliable (Dapat Diandalkan) : esensial bagi perusahaan dengan memberikan gambaran yang jelas kepada setiap karyawan terhadap apa yang penting dan harus dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan.
Time Bound (Target Waktu) : penetapan target waktu yang jelas dan menjadi acuan pengukuran kinerja.

Read the Rest…