Jasa Akuntansi Pembuatan Laporan Keuangan lengkap : Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, Pembelian, Penjualan, Persediaan, Hutang, Piutang.

<<< Show Posts >>>

Pengertian Neraca Saldo Serta Bentuk dan Contohnya

qr code

A. Pengertian Neraca Saldo (Trial balance)


Neraca saldo (trial balance) mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Neraca saldo termasuk sebagai sebuah tahap dalam siklus akuntansi yang disusun setelah dilakukan pemostingan jurnal umum buku besar.

Definisi neraca saldo adalah sebagai suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama akun beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.

Ringkasnya neraca saldo disusun setelah penyusunan buku besar, akun dalam neraca saldo harus dibuat secara sistematis (sesuai dengan kode akun)/ tidak boleh acak.

B. Manfaat Neraca Saldo


Manfaat dari penyusunan neraca saldo bagi suatu perusahaan adalah :

1. Dapat memudahkan melakukan pengecekan terhadap kebenaran buku besar yang telah dibuat. Ketika jurnal buku besar yang dibuat dengan benar sebagai dasar penyusunan neraca saldo, maka jumlah total angka kolom debet dan kredit yang muncul di neraca saldo akan menunjukkan jumlah saldo yang ballance (sama). Dengan demikian neraca saldo dapat dianggap benar.

2. Penyusunan neraca saldo bermanfaat sebagai sumber pembuatan kertas kerja (neraca lajur) dan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan.

C. BentukNeraca saldo (Trial balance)


Format/bentuk neraca saldo yang sederhana memiliki 4 kolom utama diantaranya kolom kode (nomor) akun, kolom nama akun (keterangan), kolom debet dan kredit seperti gambar berikut ini: Read the Rest…

Apa yang dimaksud dengan Neraca saldo atau trial balance?

Neraca saldo atau yang sering disebut sebagai trial balance merupakan salah satu dari bentuk laporan keuangan yang sangat penting dan diperlukan oleh perusahaan, khususnya bagian manajemen untuk mengambil keputusan yang tepat.

Apa yang dimaksud dengan Neraca saldo atau trial balance?

Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar. Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.

Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat.

Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.

Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana beban itu terjadi.

Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut:

  1. Aktiva Lancar
  2. Aktiva Tetap
  3. Aktiva Lain-lain
  4. Hutang Lancar
  5. Hutang Tidak Lancar
  6. Ekuitas
  7. Pendapatan Operasi
  8. Pendapatan Non Operasi
  9. Beban Operasi
  10. Beban Non Operasi

Sumber : dictio.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus yang Harus Anda Ketahui

laporan hutang

Kata Jurnal berasal dari bahasa Perancis (jour) yang artinya hari. Jurnal akuntansi menurut Wikipedia adalah pencatatan transaksi keuangan secara sistematis milik suatu organisasi atau bisnis. Dalam ilmu akuntansi, jurnal dibagi menjadi 2 jenis yaitu jurnal khusus dan jurnal umum. Persamaan keduanya adalah kedua jurnal ini akan menghasilkan output yang sama, tetapi antara jurnal umum dan jurnal khusus berbeda peruntukannya. Berikut pembahasan mengenai perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus.

 

Apa itu Jurnal Umum & Jurnal Khusus?

Jurnal umum adalah sebuah jurnal yang digunakan untuk pencatatan segala jenis transaksi keuangan dalam suatu bisnis pada periode tertentu. Sedangkan, jurnal khusus merupakan jurnal yang di kelompokan secara khusus sesuai dengan jenis transaksinya. Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi yang sering terjadi dalam setiap bulannya dan selalu berulang-ulang. Ada 4 jenis pengelompokan jurnal khusus yaitu jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan, dan jurnal pengeluaran kas.

 

Fungsi Jurnal Umum & Jurnal Khusus

Read the Rest…

Pengertian, Manfaat, Jenis Jurnal Khusus Dan Selengkapnya Disini

laporan penjualan

Pengertian Jurnal Khusus 


Jurnal khusus merupakan ayat jurnal yang disusun untuk mencatat transaksi perusahaan yang meliputi pembelian, penjualan, penerimaan kas dan pengeluaran kas. Transaksi tersebut terjadi secara rutin / sering dan berulang selama satu periode akuntansi.

Oleh karena itu pencatatan transaksi pada perusahaan dagang dilakukan di jurnal khusus. Tetapi untuk transaksi yang jarang terjadi tetap dicatat di dalam jurnal umum misalnya transaksi pengembalian barang dagang (retur).

  1. Memungkinkan pembagian pekerjaan.

Lain halnya dengan Jurnal umum yang mencatat semua transaksi pada satu jurnal sehingga cukup sulit dalam membagi pekerjaan secara baik. Pada jurnal khusus pembagian pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik karena terdapat beberapa jurnal yang sesuai dengan jenis transaksinya.

Jadi, bagi perusahaan yang besar kemungkinan menugaskan  satu orang khusus untuk menangani satu jurnal. Seperti halnya mencatat jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas. Hal ini akan mendorong hasil yang baik karena adanya spesialisasi dalam penanganan suatu pekerjaan.

  1. Memudahkan posting ke akun buku besar.

Manfaat kedua adalah lebih praktis dan mudahnya melakukan posting ke dalam buku besar

  1. Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik.

Dengan adanya spesialisasi pencatatan, pengendalian internal akan lebih baik dalam menangani satu atau dua jurnal khusus. Dibandingkan dengan satu orang yang menangani lebih dari satu bahkan untuk semua jurnal. Read the Rest…

Macam-macam Jurnal Khusus, Pengertian dan Manfaatnya

manfaat jurnal khusus

Pengertian Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah semua jurnal terkecuali untuk jurnal umum. Jurnal-jurnal ini digunakan untuk mencatat jenis-jenis transaksi tertentu yang berisi informasi penting.

Pencatatan dalam jurnal khusus dilakukan agar catatan tersebut tidak memenuhi buku besar dengan cepat, meskipun nantinya jumlah total dalam jurnal-jurnal khusus ini secara berkala dimasukan ke buku besar umum dalam bentuk ringkasan secara berkala.

Jurnal Khusus juga bertindak sebagai alat pemantauan untuk organisasi bisnis. Jurnal-jurnal ini mengurangi kemungkinan perubahan dalam catatan akuntansi karena entri-entri di dalamnya dibuat dalam urutan kronologis.

 

Macam-Macam jurnal Khusus

Sementara jurnal umum adalah jurnal serba guna bagi semua transaksi yang dicatat. Karena semua transaksi dicatat dalam jurnal umum, maka informasi dalam jurnal umum menjadi sangat banyak dan membuat pencarian informasi tentang transaksi tertentu menjadi sulit. Itu sebabnya jurnal umum dibagi menjadi khusus yang lebih kecil seperti:

Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian adalah jurnal khusus yang menyimpan informasi tentang setiap transaksi pembelian. Jurnal ini paling sering ditemukan dalam sistem akuntansi manual, di mana diperlukan untuk menyimpan laporan transaksi pembelian bervolume tinggi diluar buku besar.

Semua jenis pembelian yang dilakukan secara kredit dicatat dalam jurnal pembelian, termasuk yang berikut:

  • Peralatan Kantor
  • Jasa
  • Barang yang diperoleh untuk dijual kembali

Setiap transaksi yang dimasukkan ke dalam jurnal pembelian melibatkan kredit ke rekening hutang dan debit ke akun biaya atau aset yang terkait dengan pembelian. Misalnya, debit yang berkaitan dengan pembelian perlengkapan kantor akan menjadi akun biaya persediaan.

Jurnal ini juga mencakup tanggal pencatatan, nama pemasok yang dibayar, referensi dokumen sumber, dan nomor faktur. Tambahan opsional untuk kumpulan informasi dasar ini adalah tanggal jatuh tempo pembayaran dan otorisasi nomor pesanan pembelian.

Secara berkala, dan tidak lebih dari akhir setiap periode pelaporan, informasi dalam jurnal pembelian dirangkum dan diposting ke buku besar umum.

Ini berarti pembelian yang tercantum dalam buku besar hanya pada tingkat yang paling agregat. Jika seseorang meneliti rincian pembelian, akan perlu untuk kembali ke jurnal pembelian untuk mencari referensi ke dokumen sumber.

Jurnal penjualan

Jurnal penjualan jurnal khusus yang digunakan untuk menyimpan transaksi penjualan terperinci. Tujuan utamanya adalah untuk meringkas informasi transaksi bervolume tinggi dari buku besar umum, sehingga menyederhanakan buku besar. Informasi berikut biasanya disimpan dalam jurnal penjualan untuk setiap transaksi penjualan:

  • Tanggal transaksi
  • Nomor rekening
  • Nama Pelanggan
  • Nomor faktur
  • Jumlah penjualan (debit akun piutang dagang dan kredit akun penjualan)

Pada dasarnya, jurnal penjualan hanya mencatat piutang; ini berarti bahwa penjualan yang dilakukan secara tunai tidak dicatat dalam jurnal penjualan.

Sebuah penjualan yang dibuat dengan uang tunai akan dicatat dalam jurnal penerimaan kas. Namun terkadang pada prakteknya masih ada yang mencatatkan dan menggabungkan penjualan tunai dalam jurnal penjualan.

Singkatnya, informasi yang disimpan dalam jurnal ini adalah ringkasan dari faktur yang dikeluarkan kepada pelanggan.

Pada akhir setiap periode pelaporan, jumlah total debet dan kredit diposting ke buku besar umum. Jika ada yang ingin meneliti saldo diposting ini tercantum dalam buku besar umum, mereka merujuk kembali ke jurnal penjualan, dan dapat menggunakan nomor faktur yang tercantum dalam jurnal penjualan untuk mengakses salinan faktur.

Konsep jurnal penjualan sebagian besar terbatas pada sistem akuntansi manual dan biasanya jurnal khusus ini tidak selalu digunakan dalam sistem akuntansi terkomputerisasi. Read the Rest…

Contoh Soal Buku Besar Bentuk Skontro Beserta Jawabannya

neraca

Buku besar dengan istilah akuntansi dalam bahasa inggris ledger adalah kumpulan akun yang dipakai untuk meringkas transaksi di dalam jurnal. Buku besar adalah tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) berisi ringkasan data yang sudah dikelompokkan atau diklasifikasikan. Akun buku besar tidak mencerminkan data secara rinci seperti rekening Utang, Piutang, dan Persediaan Barang Dagang karena semua akun tersebut dicatat dalam buku besar pembantu (subsidiary ledger). Jenis jenis buku besar sesuai tujuan laporan keuangan antara lain buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang, dan buku besar pembantu barang dagang.

Buku besar bentuk skontro juga disebut bentuk dua kolom. Skontro artinya sebelah menyebelah atau dibagi dua, yaitu debet dan kredit (kanan dan kiri). Cara memahami laporan keuangan perusahaan harus dipelajari dengan baik sehingga tidak hanya bisa membuat tetapi juga paham tentang maknanya. Berikut ini contoh soal buku besar skontro yang termasuk laporan keuangan perusahaan dagang yang bisa dipelajari terkait transaksi bisnis perusahaan.

Nama Akun : Utang Usaha                                                                                    Kode : 201

Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit

Berikut ini contoh soal buku besar bentuk skontro sesuai standar akuntansi keuangan yang harus diketahui. Read the Rest…

Pengertian Buku Besar, Fungsi, Bentuk, dan Contohnya

key performance indicators

Buku besar merupakan salah satu bentuk dari siklus akuntansi. Buku besar akuntansi merupakan sebuah wadah, alat, atau buku tempat pemindahan akun yang berasal dari jurnal umum.

Buku besar sendiri sebenarnya terdiri dari buku besar bentuk T dan bentuk stafel atau skontro. Pada dasarnya fungsi dari buku besar itu sendiri adalah untuk menggolongkan atau mengkelompokan akun perkiraan yang sejenis agar lebih memudahkan akuntan dalam melakukan pengidentifikasian akun-akun. (Pengertian, Manfaat, Serta Contoh Analisis SWOT)

Untuk mempersingkat pembahasaan, maka berikut ini kami akan jelaskan dari awal mengenai apa itu buku besar. Mulai dari pengertian, fungsi, bentuk buku besar, cara posting dari jurnal kedalam buku besar, dan contoh transaksi pada buku besar. (Pengertian Laporan Keuangan, Jenis Serta Fungsi Laporan Keuangan)

Pengertian Buku Besar

Pengertian buku besar merupakan salah satu alat yang digunakan dalam melakukan pencatatan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun yang disebabkan karena adanya transaksi keuangan pada perusahaan tersebut.

Dengan kata lain buku besar adalah buku yang berisi perkiraan-perkiraan yang mengikhtisarikan pengaruh adanya transaksi keuangan terhadap berupahan beberapa akun seperti aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. (Pengertian Stock Opname, Tujuan dan Masa Periodenya)

Perlu untuk diketahui bahwa banyaknya jumlah perkiraan buku besar yang dibutuhkan atau dicatat setiap perusahaan itu berbeda-beda. Hal ini karena tergantung pada kekayaan dan keuangan perusahaan, jenis, kegiatan, volume transaksi dan informasi yang diinginkan perusahaan. (Pengertian Patty Cash / Kas Kecil dan Fungsinya)

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kapan penyusunan buku besar ini dilakukan?

Didalam pembukuan akuntansi, istilah pencatatan dari jurnal umum kedalam buku besar disebut dengan istilah posting, hal ini karena buku besar adalah pemindahan sebuah akun atau sering dikenal dengan sebutan posting dari jurnal umum. Jadi dapat kita pahami bersama pencatatan buku besar ini dilakukan saat kita telah selesai melakukan pencatatan pada jurnal umum. (Macam-Macam Jenis Strategi Pemasaran)

Berikut ini kami menggolongkan beberapa akun-akun dalam buku besar, semoga pengolongan ini dapat mempermudah anda dalam memahaminya:

  1. Akun ril atau real account adalah akun-akun yang muncul pada pencatatan neraca, seperti aktiva, hutang, kewajiban dan modal. (Pengertian dan Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan)
  2. Akun nominal atau nominal account merupakan akun-akun yang terdapat dalam laporan laba rugi, yakni meliputi akun pendapatan dan beban-beban. (Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung Lengkap Dengan Contoh dan Penjelasanya)

Fungsi Buku Besar

Setidaknya ada 4 fungsi mendasar dari buku besar, dan berikut ini adalah ke 4 fungsi dari buku besar tersebut:

  • Alat untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal umum.
  • Sebgai alat dalam menggolongkan data keuangan serta untuk mengetahui jumlah atau keadaan rekening atau akun yang sebenarnya, apakah ada perbedaan atau tidak.
  • Sebagai dasar penggolongan transaksi yang ada pada jurnal sebelumnya atau jurnal umum.
  • Sebagai bahan kelengkapan dalam penyusunan laporan keuangan.

Read the Rest…

Posting Jurnal ke Buku Besar

Posting Jurnal ke Buku Besar
Setelah transaksi dicatat dalam jurnal, tiba saatnya dilakukan posting ke buku besar. Jadi, apakah posting itu? Posting atau pemindahbukuan adalah memindahkan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal ke dalam setiap akun buku besar yang sesuai. Buku besar ini merupakan kumpulan akun-akun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan. Karena itu, buku besar hampir sama dengan akun. Perbedaannya hanyalah pada penyebutannya.
Ingatkah Anda, apakah akun itu?

Lalu, bagaimana cara memposting ke buku besar? Cara memposting ke buku besar melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.

1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebit atau dikredit ke dalam akun yang sesuai;
2. mengisi kolom “Referensi: dalam akun nomor halaman jurnal;
3. mengisi kolom “Referensi” dalam jurnal dengan akun yang bersangkutan.
Pada buku besar, bentuk-bentuk akun yang biasa digunakan, yaitu akun bentuk T, akun 2 kolom, akun 3 kolom, dan akun 4 kolom. Penyebutan istilah “dua kolom” mengacu pada jumlah kolom yang digunakan untuk mencatat nilai uang. Berikut disajikan bentuk-bentuk buku besar tersebut.
Keterangan:
1. Nama akun, diisi nama akun yang bersangkutan
2. Kode akun, diisi nomor akun yang bersangkutan
3. Tanggal, untuk mencatat tanggal, bulan, tahun, terjadinya transaksi
4. Keterangan, digunakan untuk mencatat penjelasan singkat transaksi
5. Ref, atau referensi; digunakan untuk mencatat nomor halaman dokumen yang menjadi sumber pencatatan.
6. Debit dan kredit, untuk mencatat nilai transaksi
7. Saldo, untuk mencatat saldo akhir suatu akun setelah suatu transaksi dicatat dalam akun tersebut.
Perhatikan cara memposting dari jurnal ke dalam buku besar bentuk tiga kolom di bawah ini!

Read the Rest…

Jasa Pembukuan HANYA Rp. 1 Juta dan tersedia fasilitas analisa laporan keuangan beserta rasio pendukung.